Tuesday, April 26, 2011

Mengatasi Bau Mulut Dengan Kayu Manis

SEMUA orang pasti setuju bahwa nafas tak sedap adalah hal yang sering membuat jengkel, memalukan dan merusak suasana saat berkomunikasi dengan orang lain. Saat ini, tidak kurang dari 90 juta orang mengidap kelainan bau mulut kronis atau juga dikenal dengan istilah halitosis.

Jika Anda mengalami problem yang satu ini, berikut adalah tip-tip mudah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya :

1.  Jangan biarkan lidah Anda seperti karpet kotor
Bau mulut seringkali menyerang ketika orang tidak menjaga kebersihan dan kesehatan mulut.  Aroma tak sedap biasanya timbul akibat pembusukan remah atau sisa-sisa makanan yang terjebak dalam gigi Anda.  Itulah sebabnya mengapa menyikat gigi dan flossing secara teratur sangat penting bagi kesehatan gigi dan mulut.

Tapi ada yang tak boleh dilupakan adalah menyikat lidah untuk membersihkan bakteri. Lidah adalah organ yang secara mikroskopik seperti halnya sebuah karpet. Ada jutaan filamen dalam lidah yang dapat membuat partikel, bakteri dan sisa-sisa makanan terjebak. Dengan membersihkan lidah secara teratut menggunakan sikat, sendok atau pembersih khusus lidah, bakteri penyebab nafas busuk dalam mulut akan berkurang.

Menggunakan penyegar mulut atau mouthwash juga bukan ide yang buruk, tetapi langkah ini hanya bersifat sementara. Memilih penyegar mulut sepertinya lebih praktis sebelum Anda makan malam dengan sang kekasih. Tetapi upaya ini hanyalah  menyamarkan aroma bau mulut saja, tanpa mengatasi masalah Anda yang sebenarnya.

2. Selalu kunyah permen karet
Percaya atau tidak, saliva atau air liur adalah senjata paling ampuh untuk membasmi nafas tak sedap. Itulah sebabnya ketika mulut Anda kering, yang seringkali disebabkan konsumsi obat atau penyakit, akan menyebabkan masalah bau mulut.

Selain dapat membersihkan mulut dari partikel makanan dan bakteri, air ludah juga dapat mengikis aroma nafas tak sedap. Jika Anda bertanya kenapa mulut selalu bau ketika bangun tidur, hal ini terjadi karena produksi alir liur menurun ketika tidur, sehingga membuat partikel dan aroma tak sedap bertahan dan melekat dalam mulut.|

Itulah sebabnya permen karet tanpa gula sangat berfaedah, karena dengan mengunyahnya akan merangsang produksi air liur.  Pilihlah permen karet dengan pemanis xylitol karena pemanis ini tidak hanya dapat meningkatkan produksi air liur ,tetapi bekerja mencegah pertumbuhab bakteri dalam mulut

3. Gunakan kayu manis
Sebuah riset terbaru penggunaan permen karet di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kayu manis dapat mengatasi masalah bau mulut.  Tidak seperti bahan lainnya, kayu manis tidak hanya menyamarkan aroma yang tak sedap. Rempah alami ini juga mengandung zat yang tampaknya dapat menurunkan konsentrasi bakteri di dalam mulut.  Oleh karena itu,  hindarilah permen karet yang mengandung gula karena justru akan merusak gigi, tetapi pilihlah permen karet tanpa gula dengan aroma kayu manis.

4. Minum air lebih banyak
Para ahli mengindikasikan, semakin tua usia seseorang akan semakin rentan mengalami dehidrasi.  Anda mungkin tidak pernah sadar jika Anda kehausan dan tubuh memerlukan lebih banyak cairan. Maka dari itu, biasakanlah minum secara teratur karena meminum air akan menekan pertumbuhan  bakteri dalam mulut. Selain itu, minum air secara teratur juga membuat Anda lebih segar dan sehat.

5. Atasi penyebab lainnya
Meski kebanyakan bau mulut dapat diatasi dengan langkah mudah dan pola hidup yang higienis, ada kalanya bau mulut juga disebabkan masalah gigi atau penyakit lain yang sangat jarang. Datanglah ke dokter gigi jika bau busuk dalam mulut Anda menetap dan tak kunjung hilang.

Dokter akan memeriksa kemungkinan terjadinya gigi berlubang, gigi busuk, atau bahkan masalah gusi yang menyebabkan mulut menjadi tak sedap. Bila bau mulut  Anda penyebabnya tidak jelas, ini dapat menjadi sinyal atau pertanda adanya problem kesehatan yang lebih serius.

Kasus yang jarang ini, bisa jadi merupakan indikasi adanya infeksi, gagal ginjal atau liver. Oleh sebab itu, Anda harus memeriksakan ke dokter ahli jika dokter gigi tidak dapat menemukan secara pasti penyebab bau mulut Anda.

6. Gunakan water pick
Anda tidak bisa membersihkan dengan sempurna seluruh mulut dengan hanya mengandalkan sikat gigi. Menggunakan sejenis alat penyemprot khusus gigi yang disebut water pick, Anda bsia memberihkan semua bagian mulut, gusi dan  sela-sela  di antara gigi Anda.  Jika sisa-sisa makanan menempel di antara gigi dan sikat tak bisa mencapainya, makanan itu akan membusuk dan baru akan tersapu bila Anda melakukan flossing. Dengan alat ini, Anda tak perlu menunggu hingga makanan membusuk.

sumber : kompas.com

Monday, April 25, 2011

Cara Mengetes Kesehatan Rambut

  Ada satu cara mudah untuk mengetes tingkat kesehatan rambut Anda. Yang Anda perlukan hanyalah tepung terigu atau paperclip. Selipkan paperclip di sela-sela rambut, jika bisa meluncur dengan lancar, rambut Anda sehat. Sebaliknya jika tersendat-sendat, berarti ada masalah dengan rambut Anda.


Untuk pengujian dengan tepung: Ambil satu helai rambut Anda, masukkan ke dalam tepung, lalu angkat. Jika tepung dengan mudah lepas kembali, berarti rambut Anda sehat. Tapi jika masih ada tepung yang menempel, menandakan bahwa di tempat yang ditempeli tepung kutikula rambut telah mengalami friksi (rusak).

Memang ada alat yang lebih canggih untuk mengetahui tingkat kesehatan rambut, yaitu Sonic Comb Scan, temuan Pantene Pro-V. Dengan alat ini kondisi rambut dapat dideteksi lebih tepat lagi, bagian mana yang rusaknya paling parah. Yang dikatakan rambut tidak sehat adalah rambut yang rapuh (mudah patah), bercabang, kering, kusam, dan susah diatur.

Lalu bagaimana mengatasinya? "Mudah sekali," kata Rudy Hadisuwarno, pakar tata rambut kita, pada acara Media Gathering di Jakarta Selasa lalu, yang juga dihadiri sejumlah artis ibukota. "Cukup dengan memakai kondisioner secara teratur setiap habis keramas," tambahnya. Masak sih? Mungkin Anda bertanya tidak percaya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisioner yang bagus bisa melindungi rambut dari kerusakan, bahkan mengembalikan kesehatan rambut yang sudah terlanjur rusak.

Lalu bagaimanakah kondisioner yang bagus itu? Marilyn Sherlock, trichologist (ahli kulit kepala dan rambut) dari Inggris mengatakan kondosioner yang baik adalah kondisioner yang pelembab untuk menjaga kelenturan atau elastisitas rambut. Selain itu juga mengandung asam, sehingga dapat mencegah terangkatnya kutikula rambut oleh bahan kimia bersifat alkalin yang sering terdapat di dalam sampo dan air ledeng. Kandungan lain yang harus ada adalah minyak dan pelindung sinar ultra violet (UV) dari matahari.


by Zaitun Hailtiny

Saturday, April 23, 2011

BAHAYA MINUM AIR PUTIH BERLEBIHAN

Bahaya Minum Air Putih Berlebihan
Alih-alih berharap bisa menyehatkan tubuh, namun efeknya justru membahayakan kesehatan.

VIVAnews - Minum air putih 8 gelas sehari dianjurkan bagi Anda yang memiliki aktivitas rutin. Tapi kini, banyak orang yang melakukan terapi air putih, namun dengan cara salah. Alih-alih berharap bisa menyehatkan tubuh, namun efeknya justru membahayakan kesehatan.

“Banyak orang salah mengerti, mereka melakukan terapi air putih tapi dengan mengonsumsi 2 liter sekaligus saat bangun tidur. Ini berbahaya untuk kesehatan jantung dan ginjal,” kata Spesialis Gizi Klinik dari Rumah Sakit Siloam, Dr Samuel Oetoro MS, Sp.GK

Seharusnya, khasiat air putih akan lebih terasa bisa dikonsumsi secara bertahap, bukan secara berlebihan atau sekaligus. Samuel menjelaskan, konsumsi air berlebih bukan bermanfaat untuk tubuh tapi justru membahayakan.

Air yang dikonsumsi akan diserap ke saluran cerna dan masuk ke pembuluh darah yang akhirnya bisa menyebabkan volume darah jadi bertambah. Hal ini bisa membebani kerja jantung dan ginjal. Jantung seolah didesak untuk memompa darah lebih cepat, sementara ginjal di desak untuk mengeluarkan cairan lebih cepat.

“Ini bisa mengganggu fungsi jantung dan ginjal. Jangan minum sekaligus berlebihan, karena air mudah diserap. Jika setiap hari hal ini dilakukan, bisa membebani jantung dan ginjal serta menyebabkan bagian tubuh tersebut mudah 'jebol',” jelas Samuel.

Untuk itu, katanya, perlu diketahui cara mengonsumsi air yang sesuai dengan kebutuhan. Samuel menyarankan, agar khasiatnya bisa dirasakan, konsumsi air sebelum Anda merasa haus. Setelah bangun tidur juga dianjurkan untuk mengonsumsi air putih satu gelas. Sebelum dan setelah sarapan juga dianjurkan minum segelas air putih. Begitu pula saat ingin beraktivitas serta sebelum dan setelah berolahraga. Bahkan sebelum tidur pun dianjurkan untuk mengonsumsi segelas air putih.

“Cukup minum air 1-2 gelas secara bertahap, jangan lakukan minum sebanyak 1,5 liter- 2 liter sekaligus,” katanya.

Mengonsumsi ar putih secara bertahap akan lebih bermanfaat, dan menjadikan hal itu kebiasaan akan menjadi investasi kesehatan Anda di masa depan. Mulai melakukan kebiasaan minum air putih sesering mungkin secara bertahap akan menjadi kebiasaan yang sehat untuk Anda dan keluarga.

“Jika ingin menerapkannya di keluarga Anda, cobalah melakukan kebiasaan minum air putih setiap kali melakukan aktivitas 6-8 minggu secara ketat, otomatis pada minggu ke 9, akan menjadi kebiasaan yang sehat.

by NIKMATI HIDUP SEHAT

9 Kesalahan dalam Perawatan Kecantikan

Terkadang, Anda sudah merasa melakukan semua perawatan kecantikan dengan benar. Namun, seringkali, ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan wanita dalam perawatan kecantikan. Apa saja?
1. Model potongan rambut yang monoton
Tentu, mempertahankan model potongan rambut selama bertahun-tahun tak tepat. Sebaiknya, lakukan perubahan kecil pada potongan rambut agar penampilan Anda lebih segar secara keseluruhan.
2. Kurang tidur
Tidur sangat penting untuk kulit. Selama tidur, enzim-enzim perbaikan bekerja memperbaiki kerusakan, mengurangi toksin dan mendistribusikan nutrisi ke sel-sel tubuh.
3. Terlalu menghindari lemak
Kekurangan asupan lemak dapat menyebabkan kulit jadi kering, bersisik, dan rambut bercabang. Anda dapat mengonsumsi lemak nabati untuk mendapatkan kulit indah tanpa mengorbankan bentuk tubuh.
4. Lupa berolahraga
Olahraga tak hanya baik bagi tubuh, tetapi juga membuat kulit berseri karena meningkatnya aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk kulit.
5. Mengabaikan kebersihan alat kecantikan
Kuas atau spons bedak yang kotor akan menumpukkan kuman pada wajah kulit dan menimbulkan jerawat. Bersihkan 2 minggu sekali dengan menggunakan air suam-suam kuku.
6. Salah menggunakan kosmetik
Kebiasaan memakai kosmetik kadaluarsa, mengambil kosmetik dengan jari, atau memasukkan kembali sisa kosmetik yang berlebih dapat menyebabkan jerawat dan iritasi kulit. Jadi, buang semua produk yang sudah berubah warna, tekstur dan aromanya. Usahakan menyentuh produk dengan menggunakan cotton buds atau kapas. Atau tuangkan sedikit ke telapak tangan, baru kemudian dioleskan ke wajah.
7. Tidur tanpa membersihkan make up
Make up yang tidak dibersihkan dapat menyumbat pori, menimbulkan jerawat, dan iritasi pada mata. Kulit butuh waktu untuk memperbarui sel-sel. Tetapi karena pori-pori tersumbat, proses ini menjadi terhambat, sehingga membuat kulit menjadi kusam.
8. Mandi lama dengan air panas
Kedengarannya menyenangkan, tetapi ini dapat membuat kulit jadi kering. Batasi waktu mandi hanya selama kurang lebih 3 menit dengan suhu air yang tak terlalu panas. Selalu gunakan pelembab segera setelah mandi untuk mencegah kulit jadi kering.
9. Menyemprotkan parfum di pergelangan tangan
Jika Anda mengenakan arloji atau gelang, maka wewangian akan berbaur dengan aroma dari aksesori Anda. Lebih baik, semprotkan parfum pada titik denyut nadi di leher, karena daerah ini lebih hangat dan akan membantu menyebarkan wewangian.
Santi Noviyanti
tabloidnova.com

Sunday, April 17, 2011

HEALTH CARE

Health care is the diagnosis, treatment and prevention of disease, illness, injury, and other physical and mental impairments in humans. Health care is delivered by practitioners inmedicine, chiropractic, dentistry, nursing, pharmacy and allied health. The exact configuration of health care systems varies from country to country, but in all cases requires a robust financing mechanism; a well-trained and adequately paid workforce; reliable information on which to base decisions and policies; and well maintained facilities and logistics to deliver quality medicines and technologies